Feeds:
Tulisan
Komentar

The Jungle Bogor

 

The Jungle Bogor.. akhirnya.. datang juga kesempatan untuk bisa menikmati ‘main air’ di Jungle, walaupun lagi musim Hujan, maju terus pantang menyerah :D
Alasan yang dipakai, karena Umaira ulang tahun (Januari 21), so Bapak gak bisa nolak.. :D :D :D

Siap-siap yang mau ke The Jungle Bogor, ini kopekannya…
- Berangkat pagi-pagi untuk yang tinggal jauh dari Bogor, karena kalau siangan sedikit, macet..
jam 08.30 wib sudah bisa masuk ke Jungle.
- Banyak yang nyasar karena memang tempatnya agak ke dalam perumahan dan papan penunjuknya sedikit banget(kecil lagi..) plus tidak di tempatkan di tempat yang strategis. So buka GPS anda and catat koordinatnya ya.. 6 lintang 38′ 11″ S, 106 lintang 47′ 34″ E
- Bayar masuknya Rp. 50 ribu di hari libur, untuk anak yang tingginya di bawah 80 cm, gratis.. (jadi gak lihat umur,   lihatnya tinggi badan)
- Karena pakai ‘Smart Card’-gelang dengan bandul hijau bertuliskan Jungle- ada deposit 20 rb, dan kalau gak mau repot  bawa uang, bisa langsung top up. Fungsi smart card ini seperti dompet, kalau mau beli makan, minum, sewa  locker, sewa ban, tinggal di kasih aja ke kasirnya. So.. isi yang agak banyak aja, biar gak bolak-balik ambil uang, kalau masih ada sisa, di kembalikan kok..
- Untuk sewa locker, dikenakan Rp. 5 ribu sekali buka dan tutup. Lockernya lumanyan cukup untuk simpan tas kecil dan baju ganti. Kunci lockernya dikasih tali biar bisa dijadiin gelang supaya gak hilang. Mahal euy gantinya kalau  hilang.
- Mau keliling lazy river pakai ban ? Siapkan uang Rp. 10 rb untuk ban single dan Rp. 20 rb untuk ban double. Boleh dipakai selama 4 jam, setelah itu di kembalikan. (tapi banyak yang gak di kembaliin, jadinya malah di pakai sama orang lain.. jangan di contoh ya..) :)
- Ini yang paling oke.. dari semua Waterboom yang pernah Ibu kunjungi.. Ternyata di The Jungle, Bebas bawa Makanan. (sayangnya Ibu gak tau kalau boleh bawa makan, jadinya beli dech..)
Beli di cafe (tepatnya warung) yang ada di dalam juga bisa, harganya standar paket antara Rp. 10 rb – Rp. 20 rb. Kalau mau hemat, bekel sendiri aja dari rumah..
- Di dalam The Jungle, ada taman burung (kalau gak salah), tapi sepertinya kurang terawat. Ibu juga gak sempat lihat   ke dalamnya. Ada juga mainan untuk anak-anak (area kering di sebutnya), seperti carousel kecil, kuda-kudaan, dan kereta kecil. (seperti yang di mal-mal) sepertinya pakai koin juga kalau mau mainnya.
- Kalau mau ke The Jungle, usahakan di musim panas, karena udara Bogor sejuk, jika hujan jadi dingin… brr..br..br..

Sudah di catat kopekannya…?? Sudah ada waktu kosong untuk ajak si kecil main air..? Selamat menikmati The Jungle Bogor. Oh iya.. di dekat wahana The Jungle (di lantai atas), ada tempat putar film 4D, sayang gak tau harganya. Tetanggaan sama The Jungle, ada wahana Salju, isinya bagunan-bagunan dari Es, katanya sich yang pertama di Asia. (hik’s gak tau juga harga ticket masuknya..). Dan pas di dekat pintu masuk perumahannya (dekat jembatan), ada penangkaran Rusa (Rusanya jinak, bisa di lihat dan mau di pegang dari luar pagar) di sebelah kanan dan Taman di sebelah kiri. Jangan lupa mampir ya..
Happy Holiday..

Ciputih, Ujung Kulon

       Milad Bapak Harry tahun ini, Umay & Aulia di ajak ke Pantai Ciputih Ujung Kulon Banten. Bapak sudah bilang kalau perjalanannya membutuhkan waktu + 6 – 7 jam. Benar saja.. berangkat dari rumah jam 5.30 pagi, sampai di villanya jam 12.00 siang. Sudah jauh.. jalannya ada yang rusak pula. Untung saja pakai Ford 4 WD, jadi jalan jelekpun bisa dengan mudah di lewati.
      Ternyata Villanya ‘tetanggaan’ dengan Hutan Lindung Ujun Kulon. Dan tempatnya benar-benar bagus. Pantainya bersih…pasirnya putih…udaranya segar … Villanya juga bersih-untuk ukuran Villa yang jarang pengunjungnya-. Tamunya cuma keluarga kami saja.. hem… serasa punya sendiri :D   
Villa Ciputih Villa Ciputih, lengkap dengan Pemanas, Kulkas mini dan TV-walaupun siarannya terbatas-.
Kolam renang di depan restaurant. Swimming pool Kolamnya bersih, tapi gak ada untuk anak-anak. umay renang Umay saja sampai jinjit berenangnya.

Dermaga Tua Dermaga tua, tempat Bapak Harry Popping. Popping Ikannya besar-besar, sampai mutusin umpan 2 buah. Dibatu karangnya banyak kepiting kecil dan Ikan hias-lucu lucu-. Airnya masih bening, jadi masih kelihatan jelas. 
Dekat dermaganya ada pohon yang tumbuh diatas batu karang. Ibu tertarik untuk photo di bawahnya. Ibu Bunga
Pantai Ciputih Ujung Kulon beach Umay & Aulia langsung main di pantai Aulia di pantaiUmay main di pantai
Ibu tidak mau ketinggalan, bergaya di depan kamera :) bertiga.
Makan Mie Yang ini, Bapak sedang bersantai menikmati Pop Mie. 
Paginya, Umay & Aulia mandi air laut. Senangnya mereka main ombak mandi ombak
Rencananya akan ada trip selanjutnya ke Pulau Umang atau Pulau Air atau Pulau Bidadari, masih berbau-bau pantai dech :D
Terima kasih Bapak Harry, untuk traktirannya.
Karena banyak yang tanya Lokasi Ciputih Beach, silahkan gunakan GPS anda. 6 lintang 42′ 4″ S, 105 lintang 33′ 7″ E
Selamat Liburan… :D

Sensasi Gempa

Hari Rabu, tanggal 2 September 2009, Jakarta di guncang Gempa. Gempa tersebut berada di Perairan Laut Jawa dengan kedalaman 30 Km di bawah laut, magnitudo: 7,3 SR, arat Barat Daya Tasikmalaya, jam 14:55 wib. Gempa  kedua terjadi pada jam 16.28 wib, dengan kedalaman 15 KM, Magnitudo 5,4 SR.

Gempa yang pertama terasa sampai Jakarta. Ibu sedang duduk di meja kerja, tiba-tiba merasakan getaran, sewaktu berdiri rasanya seperti diayun ombak. Gempa di rasakan sekitar 3 menit, setelah itu getarannya melemah dan berhenti. Langsung saja teman-teman sekantor di evakuasi untuk keluar dari gedung. Ternyata karyawan gedung tetangga juga sudah keluar dari gedung masing-masing. Saat gempa, jaringan komunikasi langsung down, karena traffic yang tinggi. Ibu menghubungi rumah, tidak bisa, menghubungi Bapak juga sama. Ibu coba untuk menghubungi rumah Nenek, dan rumah Cengkareng, tetep gak nyambung. Kepanikan langsung melanda hati Ibu. Semoga mereka tidak apa-apa.

Setelah 1/2 jam, baru Telp Rumah dan Bapak bisa dihubungi. Alhamdulillah mereka baik-baik saja. Kakak malah bilang kalau dia dan Aulia tidak merasakan gempa, karena sedang jalan-jalan (muter-muter) di ruang tamu. “Aku tau bu, kreinya goyang, sama hiasan (tirai dari kerang) ibu goyang, tapi aku pikir di tiup angin, jadi aku biasa aja. lagian kalau di dlaam rumah itu gak apa-apa, bu… kan gak akan roboh…” Wah… Ibu langsung ‘agak’ sewot. “Kakak.. kalau nanti goyang lagi, kakak langsung keluar rumah ya.. jangan ada di dalam, ok..”. Jam 4 kurang 15, karyawan diperbolehkan untuk pulang, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Berhubung semua pulang pada saat yang bersamaan, jalannya jadi muacet…..

Belajar dari kemarin, tips menghadapi gempa:

  • Jangan panik, tetap tenang, jangan terburu-buru.
  • Ikuti jalur evakuasi yang sudah di tentukan di setiap gedung. Jangan menggunakan Lift. Usahakan sewaktu turun tangga tidak berlari, dan tidak menggunakan sepatu hak tinggi.
  • Langsung menghubungi keluarga. Biasanya saat pertama kejadian, trafic masih belum terlalu padat.
  • Cari alternatif jalan pulang, bisa naik kereta atau lewat jalan yang tidak banyak di lalui orang (yg ini susah ye…) :) .
  • Ajari anak untuk mengerti, apa itu gempa, bagaimana cara evakuasi dan apa yang harus di lakukan saat gempa terjadi.

Hari ini… Ibu mau cari buku mengenai gempa yang bisa dipahami oleh anak-anak. :D

Tulisan Sebelumnya »