Hari Minggu, 16 Agustus 2009, Ibu dapat free ticket untuk nonton bareng ‘Meraih Mimpi’ di Blitz Megaplex Grand Indonesia, dari majalah Ayahbunda. Dress codenya pakaian serasi antara anak dan Ibu. Berhubung sudah punya kaos yang sama, jadi gak pusing lagi milih bajunya.
Jam 8 berangkat dari rumah, sampai Grand Indonesia pas jam 9.15 pagi. Karena pre launching filmnya Nia Dinata, jadi banyak artis yang datang. Pas kita sedang ngantri, Mba Lala-stylisnya ayahbunda- nempelin pita biru ke baju Ibu, ternyata kita salah satu pemenang dress code. Alhamdulillah dapat hadiahnya buanyak.. pas buat Ibu, Umay dan Aulia.
Filmnya sendiri adalah film kartun pertama buatan putra-putri dan di produseri oleh orang Indonesia. Yang isi suaranya ada Gita Gutawa-Dana-,Phaton-Ryan(kl gak salah)-,Cut Mini-Kakak Tua-,Shanty-Burung Gagak,Surya Saputra-Pak Poirot-,Indra Bekti-anaknya pak Poirot(namanya lupa..)-, dan banyak lagi. Inti ceritanya tentang Dana yang ingin merubah kehidupan di desanya, dengan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah-keluar dari desanya-. Di desanya Dana, masih ada perjodohan, perempuan tidak usah sekolah tinggi-tinggi dan membayar pajak kepada Tuan Tanah. Keluarga Pak Poirot-Tuan Tanah- ditunjuk oleh raja dahulu kala untuk melindungi desa (dengan bukti surat wasiat), tetapi Pak Poirot menyalahgunakan kewenangannya dengan menarik pajak dan akan membuat desa menjadi pusat perjudian. Ada salah satu kakek yang dianggap gila,ternyata dia mengetahui kalau surat wasiat yang di punyai oleh keluarga Pak Poirot palsu. Kakek tua itu lalu memberitau Dana agar mencari surat wasiat yang asli yang ada di dalam kuburan raja. Dana di temani oleh adiknya-Ray- dan di buntuti oleh anak Pak Poirot, mulai mencari surat wasiat itu. Akhirnya Dana berhasil menemukan surat wasiat di Guci dan membawanya ke desa untuk di perlihatkan kepada ayahnya dan penduduk desa. Pada saat yang sama, penduduk desa sedang melawan Pak Poirot yang mau meratakan rumah-rumah di desanya untuk membangun kasino. Penduduk desa di bantu oleh para binatang, melawan Pak Poirot dan suruhannya. Mereka berhasil menahan orang-orang suruhan pak Poirot, tetapi Pak Poirot tidak gentar. Sewaktu Dana memperlihatkan surat yang asli yang di dapatnya dari dalam guci, Pak Poirot mengambil dan merobek surat tersebut. Penduduk desa langsung bersedih, tapi itu tidak lama, karena kakek tua mengatakan kalau guci yang dipegang Danalah, surat wasiat yang asli. Penduduk desapun bersuka ria.
Gambar filmnya sudah bagus, hanya backgroundnya masih terlihat kaku. Maklum juga, karena membuat film animasi itu muahal… Salut untuk Nia Dinata dan Tim nya. Semoga setelah Meraih Mimpi, akan banyak film-film kartun buatan anak bangsa. Hidup Indonesia.