Hari Rabu, tanggal 2 September 2009, Jakarta di guncang Gempa. Gempa tersebut berada di Perairan Laut Jawa dengan kedalaman 30 Km di bawah laut, magnitudo: 7,3 SR, arat Barat Daya Tasikmalaya, jam 14:55 wib. Gempa kedua terjadi pada jam 16.28 wib, dengan kedalaman 15 KM, Magnitudo 5,4 SR.
Gempa yang pertama terasa sampai Jakarta. Ibu sedang duduk di meja kerja, tiba-tiba merasakan getaran, sewaktu berdiri rasanya seperti diayun ombak. Gempa di rasakan sekitar 3 menit, setelah itu getarannya melemah dan berhenti. Langsung saja teman-teman sekantor di evakuasi untuk keluar dari gedung. Ternyata karyawan gedung tetangga juga sudah keluar dari gedung masing-masing. Saat gempa, jaringan komunikasi langsung down, karena traffic yang tinggi. Ibu menghubungi rumah, tidak bisa, menghubungi Bapak juga sama. Ibu coba untuk menghubungi rumah Nenek, dan rumah Cengkareng, tetep gak nyambung. Kepanikan langsung melanda hati Ibu. Semoga mereka tidak apa-apa.
Setelah 1/2 jam, baru Telp Rumah dan Bapak bisa dihubungi. Alhamdulillah mereka baik-baik saja. Kakak malah bilang kalau dia dan Aulia tidak merasakan gempa, karena sedang jalan-jalan (muter-muter) di ruang tamu. “Aku tau bu, kreinya goyang, sama hiasan (tirai dari kerang) ibu goyang, tapi aku pikir di tiup angin, jadi aku biasa aja. lagian kalau di dlaam rumah itu gak apa-apa, bu… kan gak akan roboh…” Wah… Ibu langsung ‘agak’ sewot. “Kakak.. kalau nanti goyang lagi, kakak langsung keluar rumah ya.. jangan ada di dalam, ok..”. Jam 4 kurang 15, karyawan diperbolehkan untuk pulang, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Berhubung semua pulang pada saat yang bersamaan, jalannya jadi muacet…..
Belajar dari kemarin, tips menghadapi gempa:
- Jangan panik, tetap tenang, jangan terburu-buru.
- Ikuti jalur evakuasi yang sudah di tentukan di setiap gedung. Jangan menggunakan Lift. Usahakan sewaktu turun tangga tidak berlari, dan tidak menggunakan sepatu hak tinggi.
- Langsung menghubungi keluarga. Biasanya saat pertama kejadian, trafic masih belum terlalu padat.
- Cari alternatif jalan pulang, bisa naik kereta atau lewat jalan yang tidak banyak di lalui orang (yg ini susah ye…)
. - Ajari anak untuk mengerti, apa itu gempa, bagaimana cara evakuasi dan apa yang harus di lakukan saat gempa terjadi.
Hari ini… Ibu mau cari buku mengenai gempa yang bisa dipahami oleh anak-anak.
duh…..
gempa kali ini sangat besar pengaruhnya…
apalagi dalam bulan suci ini…
semoga semua korban diberikan kesabaran, karena ini semata2 merupakan ujian dari Yang Maha Kuasa.
semoga peristiwa ini bisa lebih mendekatkan diri kita dengan sang Khalik.
peristiwa ini benar2 membuat warga menjadi trauma untuk kembali kerumah masih2…
mereka sangat takut dengan gempa susulan…
semoga para korban meninggal dalam musibah ini diterima disisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan agar lebih bersabar dan tabah…
Iklan Gratis
semoga bermanfaat…
http://www.pacific.net.id/content/view/164/1/lang,en/