Beberapa waktu yang lalu, pulang naik omprengan ada 2 kejadian tabrakan.
Yang pertama omprengan yang dinaiki ketabrak. Sedang ngantri masuk jalur lambat, kondisi hujan dan jalan licin, tiba-tiba… brak.. ada suara kencang dari belakang. ternyata ada mobil Kijang yang mau menyalip, mungkin karena licin,jadi tidak bisa mengerem, dan tertabraklah mobil omprengan yang di tumpangi. Waktu itu duduk di tengah jadi tidak begitu terasa, karena yang belakang yang di tabrak. Sopir turun minta pertanggung jawaban-kasian juga sepertinya memelas- tapi yang nabrak cuma kasih sedikit dan tidak mau turun dari mobilnya-takut karena dia yang salah. Di doa’kan sama penumpang biar supir omprengan banyak rejekinya jadi bisa betulin bodi mobil yang rusak.
Yang kedua kejadiannya baru lewat seminggu. Kali ini mobil omprengan yang di tumpangi menabrak mobil di depan. padahal supir baru saja pindah channel radio dan kita lagi ngomentarin berita di radio itu. Tiba-tiba sopir ngerem mendadak dan brak… kencang sekali bunyinya, sampai mobil omprengan-kali ini orang kantor- tidak bisa dinyalakan-kena mesinnya. posisi juga sedang duduk di tengah, mungkin karen apenuh-4 orang,yg normalnya 3 orang- jadi tidak terlalu banyak guncangan. Tapi kaki yang kanan sakit, jalannya jadi agak pincang menahan nyeri. Kejadiannya di Tol-baru selesai bayar tol PGT- kita lihat ada mobil polisi yang diam di arah pintu tol keluar-setelah PGT,namanya lupa- terus kita samperin. Keluarlah Polwan dan polisi lelaki. Kita kasih tahu kalau ada kecelakaan-melibatkan 3 mobil, yg paling parah mobil omprengan yg nabrak- dan minta tolong di berhentikan bus. Alhamdulillah ada yang mau berhenti dan kami dapat melanjutkan perjalanan menggunakan bus.
Hikmah yang bisa di ambil, kita harus berhati-hati dijalan. Selalu mengingatkan supir jika bawa mobil dengan kecepatan tinggi. Ajak supir bicara agar tidak mengantuk-ini yg agak susah,biasanya kalau naik omprengan sudah siap untuk tidur
.
Semoga supir bisa lebih mematuhi peraturan di jalan raya.
