Hari Ahad kemarin, Aulia di pasang anting. Pasangnya di Toko Emas di Giant, Bekasi. Pertama sich santai saja, karena masih belum tau mau di apakan. Ibu bilang, kalau Aulia mau di pasang anting seperti Kaka Umay dan Ibu. Aulia senyum-senyum. Sambil di gendong Bapak, Kuping yang kanan di tindik. Awalnya masih diam, setelah di tindik yang kanan…, dua detik kemudian langsung menjerit dan nangis keunceung… baunget…. Sampai orang-orang yang lagi lihat – lihat di Toko Emas dan toko sekitarnya lihat ke Aulia semua.
Untuk pasang anting yang kiri, lebih susah lagi. Di bujuk gak mau… di pegang, gerak – gerak. Kalau di nanti – nanti, masa pasang satu dulu, jelek kan… akhirnya Aulia di ‘rejeng’. Bapak gendong, Ibu pegang tangan dan kepalanya, Bibik juga nahan kepalanya. Karena kalau pas di tembak, goyang, malah berdarah dan gak kepasang antingnya. Setelah di ‘rejeng’, berhasil juga anting di kuping kirinya di pasang. Dan.. Aulia cantik…. sekali… (photonya menyusul yach…)
Tadi pagi, Aulia bangun, langsung ke depan kaca. Tengok kiri, tengok kanan, ngelihatin anting barunya.
Sempat juga tanya ke Bapak Harry, “Apa, anting na mana ??” ” Apa kan laki-laki, jadi gak pakai anting. Yang pakai anting itu Perempuan, seperti Ibu dan Kaka” (sepenggal dialog Aulia dengan Bapak Harry).
