Feeds:
Tulisan
Komentar

    

Hari Sabtu, 6 Juni, Bapak mancing. Daripada ‘bengong’ di rumah, Ibu_Umay_Aulia jalan-jalan aja.. Karena Aulia mau naik kereta api, Ibu ngajak mereka ke Bandung. Sampai di stasiun Bekasi jam 8.15 pagi, ternyata keretanya sudah full seat, adanya untuk yang berdiri. Yach.. kasian Umay_Aulia nich.. diputuskanlah untuk naik Bis yang lewat Cipularang. Aulia sudah cemberut saja, karena gak jadi naik kereta. Ibu bilang kalau pulangnya kita akan naik kereta.

     Di Bis, mereka sempat tidur sebentar, pas bangun langsung ngoceh. Lihat-lihat pemandangan di jalan. Umay sudah familiar, karena sering ke Bandung, hanya di Bis, viewnya lebih tinggi, jadi bisa melihat sampai ke bawah. Sempat juga Umay komentar sewaktu melihat rumah-rumah yang seperti bersusun, “Bu, itu rumah susun yach?” “Bukan, nak. Itu rumah seperti rumah kita, karena Kakak lihatnya dari jauh, jadi seperti bersusun”. Aulia gak mau kalah “Bu, ada mobil di bawah.. ada mobil tuch Bu…” sambil nunjuk ke jalan alternatif. “Iya.. betul.. anak pintar..”.  Turun di Terminal Leuwi Panjang, Kita naik Bis Damri tujuan Dago. Sempat bingung mau naik apa (berhubung sudah lama gak naik angkutan umum), untung ada yang tanya bisa damri ada di mana, Ibu ikutin mereka saja. :)

     Turun di Jalan Ganesa, Umay dan Aulia maksi Siomay. Ngelihat ada Kuda tunggangan, Aulia antusias mau naik Kuda. Umay mach takut.. deket aja gak berani. So, Ibu dan Umay naik andong, Aulia naik Kuda. Satu puteran andong, 20 rb rupiah, kuda sich sepertinya gak ada patokan, Ibu kasih 15 rb rupiah. Selesai keliling naik andong, Ibu ajak Umay_Aulia ke Kebun Binatang Bandung. karcisnya 11 ribu rp, untuk anak di bawah 3 tahun, free.

     Ternyata Kebun Binatangnya sedang dalam tahap mempercantik diri, jadi terlihat ’keueung’ dan binatangnya ‘agak’ kosong. tapi Umay_Aulia tetep antusias lihat Binatang, terutama Monyet. Karena di depan sudah di tawari kacang untuk Monyet (3 bungkus 5 rb rupiah), kacangnya mach kosong.. :( baru 10 menit di dalam, hujan turun deras banget. Kita berteduh di selasar kandang Ular. Ularnya gak banyak, cuma 3 dan kecil. gak bebas juga karena di masukin ke akuarium. Sekitar 30 menit, hujannya mulai reda. Keliling kebun binatangnya di lanjutkan lagi dech. Jalannya hati-hati yach.. karena lembab jadi lumutan plus becek habis hujan. Sebagian binatang yang ada di Kebun Binatang Bandung bisa di lihat di photo diatas. Di dalam juga ada Onta dan Gajah yang bisa dinaikin, tapi karena hujan, binatangnya istirahat dulu. Ada mainannya juga, sayang gak bisa naik, karena masih basah. Di sungai juga ada bebek-bebekan goes, Ibu cuma lihat dari atas, takut ke bawahnya, licin euy…

     Jam 4 kurang 15, Aulia ngajak pulang. Tadinya Umay minta nginep, tapi Ibu belum dapat ijin dari Bapak. Bingung sebentar mau naik apa ke Stasiun, eh lewat angkot Stasiun-Dago. Alhamdulillah, sampainya pas Argo Gede mau berangkat. Aulia seneng banget naik kereta, padahal di angkot sudah tidur.. eh di kereta tune in sampai Bekasi. Karcis Argo gede 50 rb rupiah, sama untuk dewasa dan anak-anak. Enakeun keretanya. Di kereta, Ibu beli nasi goreng-15 rb rupiah- dan susu kopi-5 rb rupiah-

     Kapan-kapan, naik kereta lagi ach ke Bandung… sudah hapal jalannya.. :D

    

‘Tok-tok-tok’ pintu kamar di ketuk sama Mba, ngebangunin untuk siap-siap berangkat ke Mekarsari. Ibu mau ikutan Wisata Sahabat Lingkungan di taman Buah Mekarsari Bogor, yang di adakan oleh tabloid RUMAH. Berangkat Subuh, karena di minta sudah sampai di Mekarsari jam 6 pagi.

    Bapak lewat jalan Mustika Jaya (menurut Ibu jalannya muter-muter dan malah jadi jauh), dengan kecepatan yang membuat Kakak Umay muntah, karena jalannya jelek, ngerem terus jadi bikin pusing. Jam 6.20 pagi sampai di Taman Buah Mekarsari, ternyata belum banyak yg datang, dan Panitianya masih belum jaga, sehingga Ibu langsung ke tempat acara, bukannya ke titik berkumpul dulu. Sambil menunggu acara di mulai, Kita keliling Zoo kecil. Sayang sepertinya tidak terlalu terurus. Hanya ada kambing, kalkun, Mencak -sejenis Rusa, sempat argumen dengan bapak Harry, Ibu bilang itu Rusa, Bapak bilang itu Mencak- (satu kandang), Musang, Kelelawar, Sapi dan Kuda (di kandang sendiri-sendiri), plus Ayam kate yang berkeliaran. Ada perosotan, ayunan dan enjot-enjotan yg sudah berkarat. (sedih lihatnya.. :( )

    Jam 7 lebih (gak bawa jam, cuma kira-kira aja..) rombongan peserta di ajak keliling jalan kaki melihat Nursery yg ada di Taman Buah. gak jauh, cuma 2 kilo. Aulia mach sudah minta gendong dari awal, Umay yang kuat, jalan sampai tempat acara. Ibu langsung pusing, karena masih sakit. Bapak kakinya keras, secara gak pernah jalan jauh. qi..qi..qi.. gini nich kalau jarang olah raga.

    Ngikutin acara sebentar, Umay ngerengek minta naik mainan. Ternyata di samping bangunan utama-ruang informasi- ada mainan yang pakai koin, semuanya rata 5000 rp. Ada kereta mini, perahu kecil, bom-bom car, pesawat mini yg muter di rel, kereta yang relnya di atas, dan banyak lagi. Puas naik mainan, Ibu ajak naik kereta yang ke dananu, karena di Danau banyak mainan seru di air, ada bola air, sepeda air, bebek-bebekan, dan di samping danaunya bisa outbound-flying fox-. Eh.. Bapak malas ngantri, karena yang ngantri buanyak… dan puanjang… Jadinya cuma duduk-duduk di pinggir kios buah.

   Mau nunggu GIGI manggung, kelamaan, jam 3 sore baru main. Taman buah termasuk yang sering buat konser untuk penyanyi dan band Indonesia. Karena sudah siang, Bapak ngajak makan di Cibubur Junction. Sampai rumah jam 4 sore, fiuh… capek..

Tip’s kalau mau ke Taman Buah : bawa makan dan minum sendiri, bawa tiker sendiri, bawa payung atau topi-panas buanget’s-, bawa kamera, dan jangan lupa bawa dana yang cukup banyak. :D

Taman Wisata Matahari di Puncak Bogor, adalah pilihan TK Umaira untuk jalan-jalan akhir tahun ajaran. karena hari kamis, Ibu cuti kerja. Penasaran juga seperti apa Taman Matahari. Ibu bawa mobil sendiri, biar enak pulangnya, gak tunggu-tungguan. Kalau Umay dan Mba, naik Bis. Ibu, Aulia dan Om Ame naik sedan. Kita berangkat duluan, Ibu pede aja, padahal gak tau jalan, ternyata ada papan penunjuk yang gede banget’s jadi gak akan kesasar.

Ibu masuk dari Gapura Desa Cilember. Jalannya cukup dua mobil, tapi salah satu harus berhenti dulu. Ada salah satu gerbangnya yang di tutup permanen, jadi Ibu naik lagi ke atas. Gak jauh, gerbang yang sebenarnya kelihatan, tempat ticketnya kecil, tapi tempat parkirnya lumayan besar. Sayangnya, banyak ‘pungli’, walaupun 2 rb, tapi tetep aja kalau di gabung jadi banyak. :(

Masuk ke dalam, ternyata tempatnya terlihat agak kumuh, karena banyak warung-warung dari kayu yang jualan makanan dan souvenir-masih belum di tata. Kolam renangnya juga gak begitu enak, mungkin karena baru di bersihkan dan termasuk yang dalam untuk ukuran anak-anak (banyaknya mandi di kali yang ada di belakang, airnya bersih…). Di Taman Matahari, ada villanya juga. Masih bagus-catnya-tapi Ibu belum lihat ke dalamnya. Ada saung untuk istirahat-jumlahnya lumayan banyak, walau kecil-kecil dan Saung besar yang di sewakan jika ada acara.

Permainannya ada yang di air, outbound dan untuk anak-anak. Yang diair ada Jumper Boat-perahu bentuk bulat yg bisa u berdua dan di kemudikan abangnya (jadi 3 orang), terus bisa muter-muter-, Sepeda Air-yang ini bagus untuk olahraga, karena berat buanget’s ngayuhnya, motor boat-perahu yang bisa dinaikin sama banyak orang, seperti kapal pesiar kecil, dan Perahu karet-di dayung sendiri. Yang outbound ada ATV-untuk dewasa dan anak-anak dan Flying Fox-lumayan tinggi. Yang mainan anak-anak, ada mandi bola, bola gila-anak masuk ke dalam bola lalu di ceburkan ke air (seperti berjalan di atas air), dan mainan standar, seperti ayunan, enjot-enjotan, bumper car, dan kereta api. Kita juga bisa keliling naik mobil safari (gak jauh, cuma di sekitar Taman Matahari), dan naik kuda.  Untuk naik wahana harus bayar lagi, standarnya 3 rb rupiah, kecuali untuk perahu karet, 10 rb rp satu perahu, kuda 15 rb rp, dan flying fox 15 rb rp (ATV katanya 20 rb rp-belum nyoba).

Banyak juga pengunjungnya, padahal bukan hari libur. Kemarin sich banyakan anak TK, mungkin karena sedang ada program diskon untuk TK. Banyak juga yang ‘pacaran’. Souvenirnya juga lucu-lucu, asal berani nawar, dapatnya bisa murah.

Gak banyak photo-photo, karena sudah ‘illfill’ duluan. :(

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »